EFEKTIF ATASI MASALAH NEO FEEDER

EFEKTIF ATASI MASALAH NEO FEEDER

Sejak dirilisnya aplikasi Neo Feeder pada tanggal 25 Februari 2022 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Kemendikbud RI sebagai pengganti sistem informasi Feeder PDDIKTI versi terdahulu, banyak persoalan yang dirasakan para perguruan tinggi, khususnya kampus-kampus yang belum memiliki sistem informasi akademik yang terintegrasi dengan baik. Persoalannya antara lain, mulai dari penginputan data yang dilakukan satu persatu yang sangat  beresiko human error, juga terkait kegiatan sinkronisasinya. Persoalan ini tentu sangat menghambat perguruan tinggi melakukan pelaporan wajibnya ke dalam PDDIKTI. 

Pelaporan data operasional perguruan tinggi ke PDDIKTI sangat penting dilakukan dengan baik, mengingat data-data tersebut akan digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti data SIVIL, SISTER, SIM TENDIK, PIN, KIP, proses akreditasi oleh BAN PT/LAMP, penelitian dan jurnal, pengabdian mahasiswa dan dosen, hingga persyaratan beberapa beasiswa. Data-data tersebut digunakan pemerintah untuk menjamin kualitas layanan pendidikan tinggi nasional.

Setiap pelaporan perguruan tinggi sudah diwajibkan untuk beralih ke aplikasi baru tersebut, mengingat aplikasi Feeder PDDIKTI yang terdahulu sudah tidak dapat digunakan. Keunggulan versi terbaru tersebut, selain memiliki tampilan interface yang lebih baik dan user friendly, teknologinya sudah menggunakan rancangan microservices yang canggih. Teknologi tersebut memungkinkan sebuah aplikasi tersusun dari beberapa komponen aplikasi kecil yang memiliki strukturnya sendiri-sendiri. Berbeda dengan rancangan terdahulu yang masih monolithic, semua terkumpul dalam satu kesatuan. Teknologi microservices memiliki skalabilitas yang besar dalam mengolah data, apa lagi untuk kepentingan pengolahan data seluruh perguruan tinggi nasional.

Neo Feeder bersifat multi-platform yang dapat mendukung berbagai sistem operasi. Windows, Ubuntu, dan lain-lain yang memudahkan para user. Dengan menggunakan Neo Feeder, tidak perlu mengunduh terlalu banyak installer agar bisa melakukan update. Pengguna dapat menggunakan opsi update yang ada di aplikasi agar data perguruan tinggi selalu up to date tanpa repot. Hanya saja, sangat disayangkan, implementasi Neo Feeder hingga hari ini masih dirasakan menyulitkan semua pihak dan tergantung kemampuan masing-masing kampus dalam penggunaannya. Pengembangannya masih terus berjalan menuju kestabilan.

Berbagai solusi dilakukan oleh kalangan perguruan tinggi dalam melakukan pelaporan ke PDDIKTI melalui aplikasi Neo Feeder. Bagi perguruan tinggi yang sudah memliki sistem informasi akademik yang terintegrasi optimal dengan kemampuan layanannya, tentu menghadapi cara  pelaporan ke dalam sistem Neo feeder tidaklah bermasalah, termasuk para pengguna layanan sistem informasi akademik SIAKAD 4.0. 

Bagi kampus-kampus yang masih memiliki masalah dengan penggunaan Neo Feeder, disarankan dapat memutakhirkan sarana sistem informasi akademiknya atau cukup menggunakan importer OPEN FEEDER, didapatkan melalui download importer OPEN FEEDER secara gratis, melalui website mataerdigital.com atau suteki.co.id Tersedia link untuk free download. Red/Dinifalah